You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Kalurahan KULWARU

Kap. Wates, Kab. Kulon Progo, Prov. DI Yogyakarta
Info

UMKM TERNAK LELE MINA PROSPEK


UMKM TERNAK LELE MINA PROSPEK

Budidaya ikan lele saat ini termasuk salah satu usaha yang telah dijalankan oleh banyak orang. Pembudidayaan ini dilakukaan karena banyaknya permintaan dan kebutuhan pemasokan yang tinggi. Untuk memulai usaha ini dibutuhan pemahaman yang benar agar usaha dapat memberikan keuntungan yang tinggi.

Budidaya ikan lele diminati oleh banyak masyarakat, salah satunya adalah Pak Tris Wardiman yang merupakan salah satu peternak lele di Kalurahan Kulwaru, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Awal mulainya ternak lele ini dikarenakan pada tahun 2006 beliau melihat peluang dari lahan yang bisa dimanfaatkan, kemudian pada tahun 2007 beliau mulai berternak lele dan bergabung dengan kelompok perikanan Mina Prospek.

Untuk menjalankan pembudidayaan ini, pada awalnya Pak Tris memiliki kolam permanen berukuran 5x10 tapi kolam tersebut tidak efektif, sehingga beliau menggantinya dengan kolam bulat yang diberikan oleh Dinas Perikanan Kulon Progo sebesar 2 meter dan kolam ikan mandiri sebesar 3 meter. Dalam setiap kolam terdapat 1.500 ekor ikan. Pemilihan kolam bulat ini dikarenakan pengelolaannya mudah, pemberian pakan lebih efektif dan manajemen air lebih mudah karena memiliki pembuangan serta pemercikan oksigen, kemudian dibuang 2 kali sehari (pagi dan sore).  Lele biasanya diberi makan cacing sutra, tetapi karena pada saat ini susah didapatkan, sehingga pakan lele diganti menggunakan pelet sebanyak 4 ½ sak.

Dalam pemasarannya, Pak Tris mendistribusikan hasil panen lele disekitar area Wates dan terdapat 2 orang pedagang dari Kalurahan, tetapi apabila tidak memungkinkan, maka lele tersebut akan dijual ke pedagang luar daerah dan dijual dengan harga Rp 17.500/kilo untuk harga saat ini. Tetapi masih terdapat kendala yang dihadapi terkait dengan pemasaran, masih ada pedagang yang tidak pasti mengambil lele, sehingga pemasaran lele belum tetap. Sampai sejauh ini, promosi lele juga telah dilakukan secara online melalui media sosial.

Bagikan artikel ini: