You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Kalurahan KULWARU

Kap. Wates, Kab. Kulon Progo, Prov. DI Yogyakarta
Info

PROSPEK UMKM CERIPING DI KALURAHAN KULWARU, WATES, KULON PROGO (CERIPING EKA SARI)


PROSPEK UMKM CERIPING DI KALURAHAN KULWARU, WATES, KULON PROGO (CERIPING EKA SARI)

Kalurahan Kulwaru terletak di Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yang memiliki luas wilayah sebesar 256.79 Ha. Dengan jumlah penduduk sekitar 900 KK, mata pencarian yang mendominasi ialah bidang pertanian, perikanan dan peternakan. Dengan luas pertanian yang mencapai 70% dari luas Kalurahan Kulwaru, menjadi aset yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan, salah satunya adalah dengan mengembangkan usaha mikro, dan menengah.

Salah satu UMKM di bidang pangan yang populer di Kalurahan Kulwaru yaitu keripik, seperti pisang, singkong, dll. Dengan lahan pertanian yang memadai, warga Kalurahan Kulwaru dengan mengolah hasil pertanian menjadi keripik. Contoh UMKM di Kalurahan kulwaru adalah EKA SARI keripik. Yang sudah berdiri selama 25 tahun hingga kini masih eksis, meski dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Dalam kondisi pandemi tidak menurunkan omset penjualan. Masih terus beroperasi dan memproduksi keripik dengan berbagai rasa dan ukuran, hanya saja jumlah produksi pembuatan menurun karena tenaga yang tidak memadai. Keripik Eka Sari diolah sendiri oleh keluarga bapak Kusyanto dengan sang istri Rusminarsih, kadang dibantu oleh sang anak. Setiap hari mereka memproduksi keripik singkong dan pisang secara manual. Untuk pemasaran mereka menitipkan di warung-warung, dan distribusikan ke swalayan, minimarket, hingga supermarket di Kawasan Wates, Kulon Progo. Untuk pemasaran online, masih belum mampu dikarenakan terkendala tenaga dan sumber daya manusia yang masih terbatas. Untuk menambah karyawan, dari warga sekitar masih kurang berminat untuk bekerja sama dengan pak kusyanto karena membutuhkan tenaga yang ekstra. Pak kusyanto ingin mengajak warga untuk bekerja sama memproduksi keripik singkong. Akan tetapi masyarakat kurang berminat karena menurut mereka penghasilan dari keripik singkong kurang menjanjikan di bandingkan buruh tani. 

Pada tahun 2007-2010 sempat ada yang turut memasarkan, namun berhenti karena kewalahan. Jadi saat ini dijalankan oleh pak kusyanto dan istri. Kendala yang sering dialami dari bahan pokok yaitu pisang dan singkong. Seringkali, kondisi pisang dan singkong yang terlalu basah mengakibatkan keripik susah kering saat digoreng, sehingga kualitas dan rasa menjadi berbeda.

Untuk harga dan ukuran dari keripik cukup terjangkau dan bervariasi, yaitu dimulai dari harga Rp.6.000/pack untuk keriping pisang, sedangkan keriping singkong mulai dari Rp 5.500 hingga Rp 7.000/pack. Dari ketahanan UMKM menunjukan jika UMKM di Kalurahan Kulwaru bisa menjadi prospek dalam mengembangkan usaha mikro dan menengah yang dapat meningkatkan pendapatan ekonomi bagi masyarakat Kalurahan Kulwaru.

Bagikan artikel ini: