Pagelaran Wayang Kulit Menjadi Puncak Peringatan Hari Jadi ke-115 Kalurahan Kulwaru dan Merti Kalurahan Kulwaru
Kulwaru – Pagelaran wayang kulit semalam suntuk menjadi acara puncak dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-115 Kalurahan Kulwaru sekaligus Merti Kalurahan Kulwaru. Kegiatan yang diselenggarakan dengan penuh khidmat dan semarak ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas perjalanan panjang Kalurahan Kulwaru sekaligus upaya melestarikan seni budaya adiluhung warisan leluhur.
Pagelaran wayang kulit menghadirkan dalang ternama, Ki Wisnu Hadi Sugito, yang membawakan lakon "Wahyu Pancasari". Lakon tersebut mengandung pesan moral mengenai kepemimpinan yang bijaksana, kejujuran, persatuan, serta pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Melalui pertunjukan ini, masyarakat tidak hanya disuguhkan hiburan, tetapi juga mendapatkan tuntunan dan nilai-nilai pendidikan karakter yang relevan dengan kehidupan saat ini.
Acara berlangsung meriah dengan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, legislatif, tokoh adat, serta masyarakat. Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, Ibu Akhid Nuryati, S.E., Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Bapak Aris Syafrudin, S.Ag., serta Anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo, Bapak Nasib Wardoyo, S.Pd.
Turut hadir pula perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo, Ketua Dewan Lembaga Adat Kabupaten Kulon Progo, Romo Umar Sanusi, Panewu Wates, Danramil 01 Wates, Kapolsek Wates, para Lurah se-Kapanewon Wates, Ketua Bamuskal se-Kapanewon Wates, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya, dan warga Kalurahan Kulwaru yang memenuhi lokasi penyelenggaraan pagelaran.
Dalam sambutannya, Lurah Kalurahan Kulwaru menyampaikan bahwa rangkaian Hari Jadi ke-115 dan Merti Kalurahan merupakan momentum untuk mengenang sejarah berdirinya Kalurahan Kulwaru sekaligus memperkuat semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Merti Kalurahan juga menjadi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, hasil bumi, keamanan, serta kerukunan yang senantiasa menyertai kehidupan masyarakat Kulwaru.
Pagelaran wayang kulit dipilih sebagai acara puncak karena merupakan salah satu warisan budaya adiluhung yang sarat akan nilai filosofi kehidupan. Selain sebagai media hiburan, wayang menjadi sarana edukasi, pelestarian budaya, serta penguatan karakter masyarakat agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan kearifan lokal.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal acara hingga pagelaran berlangsung semalam suntuk. Banyak warga dari Kalurahan Kulwaru maupun wilayah sekitar turut hadir untuk menyaksikan jalannya pertunjukan. Suasana kebersamaan yang tercipta menunjukkan bahwa budaya masih menjadi perekat yang mampu menyatukan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia maupun latar belakang.
Dengan terselenggaranya pagelaran wayang kulit sebagai acara puncak Hari Jadi ke-115 Kalurahan Kulwaru dan Merti Kalurahan, diharapkan semangat untuk menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta membangun Kalurahan Kulwaru yang semakin maju, mandiri, dan berbudaya dapat terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah harus senantiasa berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai identitas Kalurahan Kulwaru.