Rembuk Stunting Kalurahan Kulwaru Sepakati Tiga Program Prioritas untuk Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2027
KULWARU, WATES – Pemerintah Kalurahan Kulwaru, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, menggelar kegiatan Rembuk Stunting Kalurahan Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat konvergensi percepatan penurunan stunting. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (10/6/2026) di Aula Balai Kalurahan Kulwaru tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah kalurahan, tenaga kesehatan, kader pemberdayaan masyarakat, pendamping desa, serta perwakilan masyarakat.
Rembuk Stunting dibuka oleh Lurah Kulwaru, Sugiyanto, dan menjadi forum strategis untuk membahas kondisi stunting di tingkat kalurahan, mengevaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan, sekaligus merumuskan usulan kegiatan prioritas tahun 2027.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh KB Kapanewon Wates, Ibu Fillia Falentina Efrata, S.Sos., menyampaikan materi mengenai peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting di tingkat kalurahan. Sementara itu, perwakilan Puskesmas Wates memaparkan analisis data dan permasalahan stunting yang masih menjadi tantangan bersama.
Carik Kulwaru, Ibu Astri Zayanna Fauzia, S.Si., juga menyampaikan evaluasi pelaksanaan kegiatan konvergensi stunting yang telah didanai melalui APB Kalurahan Tahun 2026 serta rencana program yang akan diusulkan pada APB Kalurahan Tahun 2027. Selain itu, Kader Pemberdayaan Manusia (KPM) memaparkan data stunting, keluarga berisiko stunting, cakupan layanan, serta berbagai permasalahan yang masih ditemui di lapangan.
Melalui musyawarah yang berlangsung secara partisipatif, peserta rembuk menyepakati sejumlah program prioritas yang akan diusulkan dalam perencanaan pembangunan kalurahan tahun 2027. Tiga program utama yang menjadi fokus percepatan penurunan stunting meliputi:
- Pelatihan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) bagi kader dan orang tua balita guna meningkatkan pengetahuan tentang pola pemberian makan sesuai usia dan kebutuhan gizi anak.
- Sosialisasi bagi remaja putri terkait pencegahan anemia melalui edukasi gizi seimbang dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).
- Pelaksanaan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) rutin dan PMT pemulihan bagi balita sasaran sesuai standar gizi yang telah ditetapkan.
Selain menyepakati program prioritas, peserta juga memberikan berbagai masukan untuk memperkuat upaya penanganan stunting. Di antaranya perlunya evaluasi terhadap pelaksanaan PMT yang telah berjalan, peningkatan pemantauan status gizi balita secara berkala, penyamaan standar menu PMT di seluruh Posyandu, serta penguatan peran keluarga dalam pola asuh dan pemenuhan gizi anak.
Peserta rembuk juga menegaskan bahwa penanganan stunting tidak hanya berfokus pada pemberian makanan tambahan, tetapi harus didukung oleh perbaikan sanitasi lingkungan, kesehatan anak, pola asuh yang baik, serta keterlibatan aktif seluruh pihak, mulai dari keluarga, kader, pemerintah kalurahan, hingga tenaga kesehatan.
Pada akhir kegiatan, peserta menyepakati penunjukan dua delegasi, yakni Ibu Sutinah dan Ibu Nurul Umi Masyiroh, untuk mengawal hasil Rembuk Stunting ke forum-forum perencanaan kalurahan berikutnya, termasuk Musyawarah Kalurahan (Muskal) dan Musrenbang Kalurahan.
Dengan terselenggaranya Rembuk Stunting Tahun 2026 ini, Pemerintah Kalurahan Kulwaru berharap seluruh program yang telah disepakati dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat serta mendukung terwujudnya generasi Kulwaru yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.